Chat kami sekarang

Macam-Macam Batik di Indonesia

Macam Macam Batik di Indonesia

Motif batik yang sering kita lihat dan digunakan kebanyakan berasal dari Jawa Tengah. Padahal di Pulau Jawa saja masih ada jenis batik lainnya, baik dari Jawa Timur maupun Jawa Barat. Belum lagi batik dari berbagai pulau di luar Jawa. Ini dia 15 macam motif batik yang penting banget kita tahu:

1. Motif Batik Parang Kusumo Berasal dari Solo

macam macam batik dan asalnya

Batik Solo adalah yang paling populer, baik di dalam maupun luar negeri. Pengusaha batik asal Solo banyak yang mengembangkan motif dari yang sudah diwariskan oleh nenek moyang. Salah satu motif yang sangat tua adalah Parang Kusumo. Motifnya menyerupai ombak di lautan yang menabrak karang dan tebing.

Di balik motif ini, filosofinya adalah kehidupan adalah perjuangan. Tiap insan harus berusaha agar bisa mencapai kemakmuran secara lahir dan batin. Makna yang kental dengan budaya Jawa ini sangat indah.

2. Motif Batik Mega Mendung Berasal dari Cirebon

macam macam batik dan asalnya

Motif ini bisa dibilang yang paling populer dari batik Cirebon. Ada motif kumpulan awan yang cantik. Warnanya sangat beragam, ada yang cerah dan ada yang lembut. Menyesuaikan dengan warna asli awan, yang paling sering terlihat memang batik Mega Mendung warna biru. Selanjutnya dibuat gradasi 7 warna dari terang ke gelap untuk menciptakan kesan mendung.

Di balik motif Mega Mendung, maknanya adalah tiap manusia pasti memiliki gejolak amarah. Tapi sebisa mungkin, manusia harus mampu meredamnya.

3. Motif Batik Sidomukti Berasal dari Solo

macam macam batik dan asalnya

Ini adalah salah satu motif dari keraton Solo. Untuk membuatnya digunakan zat pewarna yang dinamakan soga alam. Aslinya, ini adalah pewarna alami yang warnanya coklat. Soga alam merupakan salah satu pewarna klasik dari seni batik tulis.

Kata ‘sido’ artinya menjadi, sedangkan ‘mukti’ artinya mulia dan sejahtera. Jadi makna di balik motif Sidomukti adalah nilai kemuliaan yang sangat sejalan dengan kehidupan keraton di masa lalu.

4. Motif Batik Tujuh Rupa Berasal dari Pekalongan

macam macam batik dan asalnya

Pekalongan adalah kota di Jawa Tengah lainnya yang industri batiknya sangat berkembang. Batik Pekalongan juga banyak digunakan di dalam negeri dan disukai pula di dunia internasional. Ciri khas batik Pekalongan adalah biasanya menggambarkan hewan dan tumbuhan. Motif Tujuh Rupa misalnya, yang menampilkan nuansa alam.

Di balik motif Tujuh Rupa, maknanya adalah mengingat budaya leluhur dan kekayaan di dalamnya. Pekalongan dulunya merupakan daerah transit bagi para pedagang. Karena itu, tradisinya kaya dan diturunkan kepada penerusnya untuk dikembangkan dan dipertahankan. Selain Tujuh Rupa, motif lain yang indah dari Pekalongan ada Buketan, Lung-lungan, Jlamprang, Terang Bulan, dan lain sebagainya.

5. Motif Batik Lasem Berasal dari Rembang

macam macam batik dan asalnya

Batik Lasem memiliki kesamaan dengan batik Pekalongan, karena mengalami pengaruh dari berbagai budaya. Ini karena batik Lasem berasal dari Rembang, yang dulunya merupakan daerah yang [ertama kali kedatangan orang Tionghoa di Pulau Jawa. Nggak heran kalau banyak motifnya yang menggunakan warna merah, warna khas orang Tionghoa.

Makna di balik motif batik Lasem adalah perpaduan budaya nusantara dengan budaya Tionghoa. Meski punya latar belakang yang berbeda dengan bahasa yang sama sekali berbeda, tapi tetap bisa bersatu padu dengan indah. Kesamaan lainnya dengan batik Pekalongan adalah menggunakan motif hewan. Misalnya motif Naga, Ayam Hutan, Burung Hong, dan lain-lain.

Ada juga motif yang nggak menampilkan hewan. Di antaranya ada motif Watu Pecah, Sekar Jagad, Pasiran, dan masih banyak lagi.

6. Motif Batik Singa Barong Berasal dari Cirebon

macam macam batik dan asalnya

Motif Singa Barong bergambar kereta Singa Barong yang memiliki arti penting dalam sejarah kesultanan Cirebon. Kereta ini dikisahkan asli dibuat oleh seorang putra Cirebon yang bernama Panembahan Losari, di tahun 1549. Kereta yang asli ini masih digunakan tiap tanggal 1 Syawal, tapi nggak boleh diduduki.

Di tahun 1996, dibuat duplikat kereta Singa Barong yang biasa digunakan untuk festival. Kereta aslinya terbuat dari kayu. Di bagian belakang ada bangku dan tandu yang dulunya untuk tempat duduk Sultan Cirebon. Di sisi kanan dan kiri kereta ada sayap dan di bagian depannya ada kepala naga yang lidahnya menjulur.

Di tahun 1500-an, kereta ini dianggap sangat canggih jadi diabadikan menjadi motif batik tulis. Motif ini dulunya hanya digunakan di keraton dan oleh kalangan keraton saja. Seiring perkembangan jaman, motif Singa Barong bisa digunakan orang di luar keraton.

7. Motif Batik Sekar Jagad Berasal dari Yogyakarta dan Solo

macam macam batik dan asalnya

Motif yang satu ini sangat cantik dan sering digunakan hingga saat ini. Kata ‘sekar’ artinya bunga sedangkan ‘jagad’ artinya dunia. Jadi makna di baliknya adalah keragaman dan keindahan dunia. Karena itu, motifnya menyerupai kumpulan pulau-pulau dengan detail yang berbeda-beda. Warnanya ada yang paduan biru, coklat, atau warna-warni.

8. Motif Batik Pring Sedapur Berasal dari Magetan

Arti motif Pring Sedapur adalah serumpun pohon bambu. Tanaman bambu adalah tanaman yang tumbuh bergerombol, menjadi tinggi dan akhirnya jadi satu kekuatan. Kalau bersatu, bambu menjadi kuat. Tapi kalau diurai pun tetap punya manfaat, yaitu jadi tali yang kokoh dan erat. Biasanya ditambahkan corak burung dan bunga, melambangkan ketentraman hidup.

9. Motif Batik Sidoluhur Berasal dari Solo

macam macam batik dan asalnya

Motif ini sangat erat dengan budaya Jawa, di mana dalam hidup harus mencari keluhuran baik secara materi maupun non materi. Keluhuran materi bisa berupa pangkat, derajat, dan jabatan. Sedangkan keluhuran non materi merupakan hubungan dengan Sang Pencipta.

10. Motif Batik Tambal Berasal dari Yogyakarta

macam macam batik dan asalnya

Batik Tambal awalnya merupakan kain batik dengan motif yang berbeda-beda lalu dijadikan satu, seperti ditambal. Dulunya, motif ini biasa dijadikan selimut untuk orang sakit. Kain yang ditambal-tambal dipercaya lebih hangat jadi lebih cepat sembuh.

Maknanya motif batik Tambal adalah menambal atau memperbaiki sesuatu yang rusak. Warna motifnya beragam, tapi kebanyakan coklat.

11. Motif Batik Jagatan Pisang Berasal dari Bali

Motif batik Bali ini sering kali disebut sebagai motif Pisang saja. Motifnya terinspirasi dari buah pisang Bali. Awalnya, batik Pisang diberikan kepada kekasih yang akan pergi jauh, dengan harapan mereka akan kembali. Filosofinya adalah pemberian yang dilengkapi dengan doa dan harapan.

Seperti motif batik Bali lainnya, warnanya mencolok, biasanya dengan warna dasar hitam, coklat dan merah.

12. Motif Batik Priyangan Berasal dari Tasikmalaya

macam macam batik dan asalnya

Batik Priyangan sangat menggambarkan masyarakatnya. Motifnya dibuat rapat dan sangat rapi. Memberi kesan bahwa masyarakat Priyangan secara umum terbuka dan pluralis. Motifnya juga bermakna kesederhanaan. Warnanya ada yang cerah dan ada juga yang kalem. Untuk warna gelapnya, ada hitam dan hijau.

13. Motif Batik Garutan Berasal dari Garut

Sepanjang tahun 2008 – 2012, motif Garutan sempat booming di ibu kota dan kota-kota lainnya di Indonesia. Motif garutan biasanya didominasi warna krem yang lalu dipadukan dengan warna-warni cerah yang membuatnya berbeda dari batik lainnya. Misalnya warna pink, ungu muda, dan lain-lain.

Tak heran kalau motif ini menarik hati anak muda. Biasanya motif Garutan berbegntuk geometri. Ada juga yang bermotif flora dan fauna.

14. Motif Batik Tubo Berasal dari Ternate

macam macam batik dan asalnya

Banyak yang belum familier dengan batik Tobo asal Ternate, Maluku Utara. Padahal motifnya cantik, mencerminkan kehidupan warga Ternate sehari-hari. Karena itu ada motif pala, cengkeh, pisang bebe, ikan, dan burung Halmahera yang ada di sekitar mereka. Filosofinya adalah kedekatan warga Ternate dengan kekayaan alam yang diberikan Tuhan.

15. Motif Batik Ulamsari Mas Berasal dari Bali

macam macam batik dan asalnya

Sangat cantik, motif ini pada umumnya berwarna dasar hitam. Lalu di atasnya berpadu warna coklat, merah, biru, hijau, dan lain-lain. Motif utamanya adalah ikan dan udang yang berdampingan. Makna di baliknya adalah mata pencaharian kebanyakan masyarakat Bali yang bekerja sebagai nelayan.

Tapi ada makna lain yang lebih filosofis, yaitu usaha masyarakat yang hidup di pesisir pantai untuk mencapai kesejahteraan. Bahwa tiap orang harus berusaha dan tidak bermalas-malasan agar bisa makmur.

 

Berbagai motif batik di atas memiliki keindahan dan makna yang dalam sendiri-sendiri. Di masa modern, motifnya sudah bisa digunakan menjadi baju yang dipakai sehari-hari. Temukan berbagai macam produk batik dengan berbagai motif di atas dengan warna-warni yang berbeda di Batik Akasia .

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *